Wednesday, January 5, 2011

Epal



sepenuh jiwa teriak ku ke pohon epal
memanggil manggil kamu yang telah semakin jauh
namun yang ada hanya aku dan pohon epal hijau
saksi kucupan pertama kita yang diteman angin bayu
pohon yang dahulunya tegak berdiri
semakin rapuh dan kulitnya tak lagi seindah dulu
ingin saja aku bina beton beton disitu
agar tetap pohon epal teguh dan tersenyum

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.